Alumni@Work

  • Ibnu Arifin Lukman [DCS Engineer at PT. TITAN Petrokimia Nusantara] commissioning Floating Production Storage & Offloading Ratu Nusantara at Keppel Shipyard, Singapore
  • R. Parikesit Abdi Negara [Jr. QC Engineer at Rekayasa Industri] pekerjaan Hook-up Floating Storage Regasification Unit dengan Tower Yoke Mooring System yang ada di perairan Labuhan Maringgai, Lampung
  • Meta Fiska Hapsari [Electrical Instrument & Control Engineer at PT. Grand Kartech] PT. Tempo Scan Pasific (Cikarang)
  • Hernandas Chatib [QHSE Senior Consultant at Proxsis Group] Audit of safe system of work at Dept Marine PHE Offshore North West Java
  • Arsianto Priandana [PDV at Product Development PTCS] Project RTU revamping di Total Bekapai Kaltim
  • Haryo Utomo Wisnu Nugroho [BPS (Bimbingan Profesi Sarjana) Marketing and Trading 2013] sedang melakukan kunjungan lapangan pada Site Pengeboran Rig PT.Pertamina EP Jatibarang, Indramayu
  • Ikhsan Anugrah Putra Andhisa [Measurement and Logging While Drilling Engineer, Schlumberger] di atas helideck rig offshore CNOOC SES Ltd.
  • Adi Asmariadi Budi [Staf Dinas Perhubungan Provinsi Lampung] sedang melakukan kunjungan ke menara kontrol Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang
  • Adhitya Karima [Instrument Engineer di PT. Jasa Power Indonesia] sedang melakukan proses adjust belt aligment switch pada sebuah konveyor
  • Isra Cahaya Permana [PT. Asuransi Jasa Indonesia] sedang melakukan survey klaim untuk kebocoran pipa dan riser milik PT. Pertamina Hulu Energi WMO di Shorebase Lamongan
  • Ima Sulistia Wati [Equipment Health Analyst, Equipment Management Dept., PT.Trakindo Utama cab. Sangatta] beraksi di lapangan
  • Agustinus Irawan [PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk.] sedang melaksanakan pengecekan Speed Sensor Conveyor BC01 di area Coal Handling Proyek PLTU 2 Sulawesi Utara
  • Ulfi Khabibah [Engineer & Project Leader Instrument Control PT. Grand Kartech] sedang menyeting PLC dan instrumen untuk boiler
  • Harri Murti Ranukusuma [Procurement Specialist at Schlumberger] Oilfield Services Store Management

Seperti apa sih kuliah di Korea?

KiranaOleh: Kirana Yuniati Putri, ST (Teknik Nuklir 2004). Mahasiswa S2 di Dept. of Nuclear & Quantum Engineering, KAIST di http://nukers2002.wordpress.com/2008/05/02/nuclear-engineering-in-korea/

Yang namanya kuliah di mana-mana pasti susah. Situasi dan kondisi tempat kuliah sedikit banyak akan memberikan pengaruh kepada keberhasilan, meskipun akhirnya semua kembali kepada diri sendiri. Bagaimana sih kuliah di Korea?

Alhamdulillah, saya diterima di KAIST, salah satu universitas terbaik di Korea. Sebagai lulusan Teknik Nuklir UGM, tentunya pilihan saya diDepartment of Nuclear and Quantum Engineering (NQe). Awal berada di sini, begitu banyak hal yang berbeda dengan yang diketahui di Indonesia, terutama untuk mahasiswa S2 dan S3.

Kegiatan perkuliahan di NQe sangat berbeda dengan di Indonesia. Setiap topik digali secara mendalam, tidak hanya di kulitnya saja. Kebanyakan dosen benar-benar mengkaji materi-materi yang terdapat dalam literatur. Kuliah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar karena KAIST mencanangkan diri menjadi kampus riset global. Banyak Universitas lain di Asia Timur yang mengadakan kuliah dalam bahasa lokalnya tanpa memperdulikan keterbatasan mahasiswa asing.

Saya bergabung dengan Laboratory of Radiochemistry and Laser Spectroscopy dari 10 lab yang ada. Gambaran lab di sini sangat berbeda dengan lab di TN UGM. Segala hal yang berkaitan dengan pendidikan seperti bahan untuk penelitian, komputer, alat tulis, buku dan sebagainya disediakan oleh lab. Jika mengikuti konferensi, akomodasi dan transportasi akan ditanggung oleh lab. Sebagian lab di NQe juga memberikan tambahan uang saku kepada anggotanya, meskipun besar dan kecil jumlahnya tergantung kebijakan lab. Hal ini tentu saja sangat meringankan sehingga mahasiswa bisa benar-benar berkonsentrasi dalam pendidikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kadang kondisi keuangan benar-benar membatasi upaya seseorang untuk mencapai hasil yang maksimal baik dalam pendidikan pada umumnya maupun penelitian pada khususnya.

Suatu hal yang sudah pasti lagi adalah kualitas dan kuantitas peralatan di laboratorium. Peralatan di sini kebanyakan up-to-date dan sangat terawat. Keamanan dalam bereksperimen juga sangat ditekankan. Penggunaan sarung tangan, masker, glove box, fumehood, dan sebagainya sangat diperhatikan. Tidak ada yang namanya laboran, para anggota lab-lah yang bertindak sebagai laboran, karena mereka diharuskan mengenal lab masing-masing. Teringat dengan Laboratorium Teknologi Nuklir tempat di mana Praktikum Radiokimia biasa dilakukan, semoga pada masa mendatang keamanan di lab tersebut menjadi lebih baik, mengingat penggunaan bahan-bahan radioaktif dalam praktikum-praktikum.

Masih banyak hal-hal kecil lain yang mungkin terlewatkan. Namun pada intinya, terasa sekali atmosfer pendidikan yang sangat kuat di NQe KAIST. Lab sudah menjadi rumah kedua, segala kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dapat dilakukan di sini. Didukung dengan fasilitas yang memadai, membuat saya menikmati belajar di sini. Semoga tulisan ini dapat menjadi tambahan pertimbangan bagi teman-teman sekalian yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, terutama ke Korea Selatan.

Universitas 
Gadjah Mada
lambang-ugm_warna_trsp
Fakultas Teknik
UGM

tugu_teknik_1995
e-Learning
UGM


elisa 
Perpustakaan
FT-UGM

i_library
e-Library
UGM

i_library 
e-Journal UGM
(intranet UGM)

lambang-ugm_warna_trsp
e-Journal UGM
(intranet UGM)

lambang-ugm_warna_trsp
Peraturan2
UGM
lambang-ugm_warna_trsp
Sistem Informasi
Aspirasi Publik (SIAP)

SIAP UGM
You are here: Home Alumni Profil Alumni Seperti apa sih kuliah di Korea?