CAREER SUMMIT 2025: BUSINESS CASE COMPETITION yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan PT Pertamina Hulu Energi merupakan ajang kompetisi nasional yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan analisis bisnis, berpikir strategis, serta merancang solusi inovatif terhadap tantangan nyata di industri energi nasional. Tahun ini, kompetisi tersebut mengusung tema “Tantangan Hulu Migas Indonesia: Peran Strategis Kerjasama Operasi (KSO)” yang berfokus pada peran KSO dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing sektor hulu migas Indonesia. Kegiatan berlangsung sejak September hingga Oktober 2025, dengan puncak acara berupa presentasi final dan awarding pada tanggal 25 Oktober 2025 secara luring di Universitas Gadjah Mada. Kompetisi ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia yang beradu gagasan dalam bidang energi, bisnis, dan teknologi, dengan dukungan langsung dari PT Pertamina Hulu Energi sebagai mitra industri utama.

Sebuah karya kolaborasi antara mahasiswa Teknik Fisika dan Teknologi Industri Pertanian Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam tim Faith Warriors, berjudul “PROMAXION: Optimalisasi Sistem Kerja Sama KSO Guna Peningkatan Profit dan Portofolio Migas pada Pertamina Hulu Energi di Wilayah Regional 2 Jawa,” berhasil meraih Juara 2 sekaligus penghargaan Best Paper dalam kompetisi ini. Karya tersebut disusun dan dipresentasikan oleh Gabriel Sucitra Ibrahim (Teknik Fisika 2023), Yohanes Mario Putra B. (Teknik Fisika 2022), dan Michaella Vania Setiawan (Teknologi Industri Pertanian 2023). Ide dan solusi ini berangkat dari fenomena menurunnya cadangan minyak nasional, meningkatnya biaya produksi, serta ketidakpastian hukum dalam sistem kerja sama operasi (KSO) yang dijalankan oleh perusahaan migas di Indonesia.

Karya Promaxion mengusulkan strategi reformasi sistem kerja sama operasi (KSO) berbasis tiga pilar utama, yaitu Promaxion Regulation, Promaxion Technology, dan Promaxion Monitoring. Pendekatan ini menekankan pentingnya pembaruan regulasi dan klausul kontrak untuk memperjelas posisi hukum KSO, penerapan teknologi mutakhir seperti 3D/4D Seismic, Enhanced Oil Recovery (EOR), dan Digital Oilfield berbasis IoT dan Artificial Intelligence, serta pengembangan dashboard digital monitoring guna meningkatkan transparansi dan efisiensi operasional. Solusi ini diharapkan dapat menekan biaya produksi hingga 15%, menambah produksi nasional sebesar 16,45 juta barel dalam 15 tahun, dan memperkuat tata kelola sektor migas nasional secara berkelanjutan.

Melalui capaian ini, tim Faith Warriors berharap karya Promaxion dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Universitas Gadjah Mada, khususnya civitas Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika (DTNTF) untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam bidang energi nasional. Partisipasi dalam kompetisi ini tidak hanya memperluas wawasan teknis dan manajerial, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam mencari solusi bagi ketahanan energi Indonesia di masa depan.


