Program Studi Magister Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada kembali meluluskan talenta terbaiknya pada Wisuda Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Dua sosok yang mencuri perhatian pada periode ini adalah wisudawan tercepat dan wisudawan tersenior yang sama-sama menghadirkan inspirasi dari sisi yang berbeda.
Salah satu capaian membanggakan diraih oleh Mohamad Sukron Fajrin Husein, wisudawan tercepat dengan masa studi yang luar biasa singkat, yakni 1 tahun 4 bulan 7 hari. Pencapaian ini mencerminkan disiplin, konsistensi, serta komitmen tinggi terhadap kegiatan akademik dan penelitian.
Di balik prestasi tersebut, Sukron membawa perspektif yang membumi. Ia menyampaikan:
“Everyone wants to save the world but no one wants to help mom do the dishes. Tetaplah semangat berkontribusi baik dengan pekerjaan ataupun penelitian meski kadang kita merasa yang kita kerjakan bukan hal besar.”
Dalam tesisnya yang berjudul “Metode Identifikasi Uranium untuk Forensik Nuklir dan Safeguard Bahan Nuklir”, Sukron mengembangkan pendekatan ilmiah untuk mengidentifikasi karakteristik uranium sebagai bagian dari upaya forensik nuklir. Penelitian ini memiliki peran penting dalam pelacakan asal-usul bahan nuklir, khususnya dalam konteks pengawasan dan pencegahan penyalahgunaan.
Pendekatan tersebut memungkinkan identifikasi “sidik jari” material nuklir, sehingga dapat ditelusuri asal, proses produksi, hingga jalur distribusinya. Dalam skala global, kemampuan ini menjadi elemen penting dalam mendukung rezim non-proliferasi dan meningkatkan transparansi pemanfaatan teknologi nuklir.

Di sisi lain, semangat belajar sepanjang hayat ditunjukkan oleh Djoko Slamet Pudjorahardjo, wisudawan tersenior dalam Program Magister Teknik Fisika. Lahir pada 26 September 1957, beliau membuktikan bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia. Dalam pesannya, beliau menyampaikan:
“Menempuh pendidikan tidak terbatas oleh usia.”
Dalam tesisnya yang berjudul “Analisis Desain Sumber Ion Tipe Multicusp Untuk Siklotron 30 MeV”, Djoko mengkaji desain sumber ion yang menjadi komponen penting dalam sistem siklotron. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teknologi akselerator partikel, khususnya dalam meningkatkan efisiensi dan kinerja sumber ion untuk aplikasi medis maupun penelitian nuklir.
Perjalanan Sukron dan Djoko merepresentasikan dua sisi penting dalam dunia pendidikan: kecepatan dan ketekunan, produktivitas dan ketahanan, serta semangat muda dan kebijaksanaan pengalaman. Keduanya menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat seseorang menyelesaikan studi, tetapi juga oleh makna dan kontribusi yang dihasilkan dari proses tersebut.
Kisah ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa bahwa tidak ada satu jalur tunggal menuju keberhasilan. Baik melalui langkah cepat maupun perjalanan panjang, setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan dampak bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Selamat kepada para wisudawan—semoga perjalanan ke depan semakin gemilang dan penuh kontribusi bermakna.


