Ilmu Pengetahuan sebagai Instrumen Perlindungan Kemanusiaan dan Keamanan Publik
[...]
Ilmu Pengetahuan sebagai Instrumen Perlindungan Kemanusiaan dan Keamanan Publik
[...] Selengkapnya
Ilmu Pengetahuan sebagai Fondasi Transisi Keberlanjutan Layanan Kesehatan
Rumah sakit adalah tempat [...] Selengkapnya
Teknologi sebagai Instrumen Perlindungan, Efisiensi, dan Martabat Kerja Petani.
Pertanian tidak hanya [...] Selengkapnya
Ketangguhan ekonomi masyarakat menjadi kunci penting dalam pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. [...] Selengkapnya
Kerjasama Selasa, 5 Mei 2026
Keselamatan radiasi bukan sekadar persoalan teknis di balik alat medis. Keselamatan radiasi juga menyentuh [...] Selengkapnya
Salah satu capaian membanggakan diraih oleh Mohamad Sukron Fajrin Husein, wisudawan tercepat dengan masa studi yang luar biasa singkat, yakni 1 tahun 4 bulan 7 hari. Pencapaian ini mencerminkan disiplin, konsistensi, serta komitmen tinggi terhadap kegiatan akademik dan penelitian.
Di balik prestasi tersebut, Sukron membawa perspektif yang membumi. Ia menyampaikan:
“Everyone wants to save the world but no one wants to help mom do the dishes. Tetaplah semangat berkontribusi baik dengan pekerjaan ataupun penelitian meski kadang kita merasa yang kita kerjakan bukan hal besar.”
Dalam tesisnya yang berjudul “Metode Identifikasi Uranium untuk Forensik Nuklir dan Safeguard Bahan Nuklir”, Sukron mengembangkan pendekatan ilmiah untuk mengidentifikasi karakteristik uranium sebagai bagian dari upaya forensik nuklir. Penelitian ini memiliki peran penting dalam pelacakan asal-usul bahan nuklir, khususnya dalam konteks pengawasan dan pencegahan penyalahgunaan.
Pendekatan tersebut memungkinkan identifikasi “sidik jari” material nuklir, sehingga dapat ditelusuri asal, proses produksi, hingga jalur distribusinya. Dalam skala global, kemampuan ini menjadi elemen penting dalam mendukung rezim non-proliferasi dan meningkatkan transparansi pemanfaatan teknologi nuklir.
Di sisi lain, semangat belajar sepanjang hayat ditunjukkan oleh Djoko Slamet Pudjorahardjo, wisudawan tersenior dalam Program Magister Teknik Fisika.
Lahir pada 26 September
[…] Selengkapnya
(Pembukaan Webinar Colony Nuclear oleh Ibu Denik Putri Perdani selaku […] Selengkapnya
Penghargaan yang diserahkan di Jakarta dalam kegiatan Executive Meeting dan Penyerahan Anugerah BAPETEN 2025, pada Senin, 27 Oktober 2025 tersebut dihadiri oleh pimpinan lembaga pemerintah, industri energi, serta perwakilan dari berbagai instansi yang menerapkan teknologi nuklir di Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung oleh Plt. Kepala BAPETEN kepada Ketua Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM, Dr. Ir. Alexander Agung, S.T., M.Sc., IPU untuk menerima penghargaan sebagai wujud apresiasi atas langkah-langkah nyata DTNTF UGM dalam membangun sistem keselamatan radiasi yang komprehensif, mulai dari penerapan regulasi internal hingga edukasi berkelanjutan bagi seluruh sivitas akademika.
Selain seremoni penghargaan, acara ini juga menghadirkan diskusi panel bertajuk “Kesiapan Sumber Daya Manusia Indonesia Menyongsong PLTN sebagai Pilihan Transisi Energi”, yang menjadi wadah pertukaran gagasan antara regulator, akademisi, dan pelaku industri energi nasional. Pada kesempatan tersebut, Dr. Ir. Alexander Agung, S.T., M.Sc., IPU, juga hadir sebagai salah satu panelis utama yang memberikan pandangan strategis mengenai peran pendidikan tinggi dalam mempersiapkan generasi insinyur nuklir yang berintegritas dan berkompeten.
(Sumber Youtube Bapeten)
Pencapaian ini menegaskan peran aktif UGM, khususnya Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, dalam mendukung pengembangan, serta penerapan teknologi nuklir yang aman, berkelanjutan, dan berorientasi pada keselamatan publik. UGM berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berintegritas tinggi di bidang teknologi nuklir, sejalan dengan upaya nasional menuju kemandirian energi dan pembangunan berkelanjutan.
Acara dimulai dengan kunjungan ke Reaktor Kartini -sebuah reaktor nuklir […] Selengkapnya
Kerjasama Rabu, 23 Juli 2025
Bertempat di Ruang Sidang 1 DTNTF FT UGM, kunjungan ini berlangsung penuh semangat dan keterbukaan. Dialog yang terjalin tak sekadar berkutat pada aspek teknis pembentukan program studi, tetapi juga membicarakan nilai-nilai filosofis pendidikan nuklir, tantangan masa depan energi dan pertahanan, serta kontribusi nyata terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan. Dalam suasana yang penuh semangat kolaboratif, kegiatan ini menjadi momentum penting yang memperlihatkan komitmen kedua institusi dalam membangun pendidikan tinggi yang tangguh, adaptif, dan relevan.
=&1=&
Kunjungan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Universitas Pertahanan RI untuk memperkuat kapasitas nasional dalam bidang teknologi nuklir, terutama dalam konteks ketahanan dan pertahanan negara. Di tengah tantangan global seperti krisis energi, ancaman keamanan non-tradisional, dan kebutuhan transisi menuju energi bersih, penguasaan teknologi nuklir menjadi aspek penting yang tidak bisa diabaikan. Melalui pembentukan Prodi Teknik Nuklir, Unhan RI bertekad mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki perspektif kebangsaan yang kuat.
Gambar 1. Dr. Eng. Rando Tungga Dewa, beserta tim.
Hadir dalam rombongan Unhan adalah Dr. Eng. Rando Tungga Dewa (Plt. Kaprodi Teknik Nuklir), Dr. Rahmat Basuki, dan Kolonel Budi Santoso. Dari pihak DTNTF UGM, sambutan hangat diberikan oleh Dr. Ir. Alexander Agung, S.T., M.Sc., IPU. selaku Ketua Departemen, bersama jajaran pimpinan lainnya seperti Dr. Ir. Widya Rosita, S.T., M.T., IPU. (Sekretaris Departemen), Dr. Gea Oswah Fatah Parikesit, S.T., M.Sc. (Ketua Program Studi Magister Teknik Fisika), Dr.-Ing. Ir. Sihana, IPU. (Ketua Program Studi Sarjana Teknik Nuklir), Ir. Ester Wijayanti, M.T. (Sekretaris Program Studi Sarjana Teknik Nuklir) serta Para Ketua Kelompok Bidang Keahlian. Kehadiran para akademisi dan praktisi ini menjadikan diskusi yang berlangsung sangat kaya akan perspektif dan pengalaman langsung dalam mengelola pendidikan nuklir.
=&2=&