Teknologi sebagai Instrumen Perlindungan, Efisiensi, dan Martabat Kerja Petani.
Pertanian tidak hanya soal produksi, tetapi juga tentang bagaimana pekerjaan itu dilakukan—apakah aman, efisien, dan manusiawi. Di banyak wilayah pedesaan, termasuk Desa Salamrejo, pengolahan lahan masih sangat bergantung pada tenaga fisik. Traktor tangan memang membantu, tetapi tetap menuntut tenaga besar dan berisiko terhadap kesehatan, terutama akibat paparan getaran mesin dalam jangka panjang.
Melihat kondisi tersebut, DTNTF FT UGM menghadirkan inovasi berupa sistem kendali traktor tangan berbasis radio 2.4GHz. Tujuannya sederhana tapi penting: membuat pekerjaan petani menjadi lebih ringan, aman, dan efisien. Teknologi ini memungkinkan traktor dikendalikan dari jarak jauh menggunakan remote, sehingga operator tidak perlu lagi terus-menerus berada di belakang mesin.
Program ini berlangsung dari April hingga November 2025, dengan kegiatan utama pada Juli 2025 di Desa Salamrejo. Didukung hibah pengabdian DTNTF, kegiatan ini tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa inovasi tersebut benar-benar bisa digunakan oleh masyarakat. Pendekatannya praktis dan kontekstual—teknologi dibuat sederhana, terjangkau, dan mudah dirawat.
Gambar 1. Presentasi oleh Dr.Eng. Ir. Dwi Joko Suroso, S.T., M.Eng., IPP. dan mahasiswa
Pengembangan sistem ini melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa dengan pendekatan rekayasa terapan. Teknologi menggunakan modul komunikasi nirkabel dan aktuator sederhana yang familiar, sehingga tidak bergantung pada sistem yang kompleks. Ini penting agar petani dapat mengadopsi dan mengembangkan teknologi tersebut secara mandiri.
Saat demonstrasi lapangan, petani langsung mencoba mengoperasikan traktor dengan sistem kendali jarak jauh. Momen ini menjadi titik penting—teknologi tidak hanya dipahami secara konsep, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya. Traktor yang dapat bergerak tanpa dikendalikan secara manual membuka perspektif baru tentang cara bekerja di sektor pertanian.
Dampaknya cukup terasa. Dari sisi produktivitas, pekerjaan menjadi lebih cepat dan konsisten. Dari sisi kesehatan, beban fisik berkurang dan risiko gangguan akibat getaran mesin bisa diminimalkan. Lebih dari itu, kepercayaan diri petani terhadap teknologi juga meningkat—mendorong mereka untuk lebih terbuka terhadap inovasi di masa depan.

Gambar 2. Dokumentasi foto bersama bersama Lurah Desa Salamrejo dan masyarakat.


