Yogyakarta, UGM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan dan audiensi ke Laboratorium Sensor dan Sistem Telekontrol (SSTK), Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika (DTNTF), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Rabu (10/6). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka diskusi teknis mengenai pengembangan teknologi mitigasi bencana serta penjajakan peluang kerja sama antara BPBD Jawa Timur dan DTNTF UGM.
Kunjungan tersebut disambut oleh Prof. Ir. Sunarno, M.Eng., Ph.D., IPU dan Dr. Ir. Thomas Oka Pratama, S.T., M.Eng., serta diikuti oleh dosen, peneliti, dan anggota Laboratorium Sensor dan Sistem Telekontrol (SSTK) DTNTF UGM. Bertempat di Laboratorium SSTK, kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai profil laboratorium, capaian riset, serta berbagai inovasi teknologi yang telah dikembangkan untuk mendukung mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

Dalam kesempatan tersebut, tim SSTK mempresentasikan berbagai hasil penelitian dan pengembangan teknologi di bidang sistem sensor, sistem telemetri, sistem pemantauan lingkungan, serta sistem peringatan dini kebencanaan. Sejumlah teknologi dan hasil inovasi yang telah memperoleh perlindungan kekayaan intelektual dan paten juga diperkenalkan sebagai bagian dari upaya hilirisasi hasil penelitian yang dilakukan di lingkungan UGM.
Salah satu topik yang menjadi fokus diskusi adalah pengembangan sistem peringatan dini gempa bumi berbasis gas radon yang menjadi latar belakang kunjungan BPBD Jawa Timur ke DTNTF UGM. Selain membahas perkembangan riset yang telah dilakukan, diskusi juga menyoroti peluang penerapan teknologi tersebut untuk mendukung upaya mitigasi bencana di tingkat daerah.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas potensi implementasi teknologi hasil riset di lapangan, kebutuhan data dan infrastruktur pendukung, serta peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem mitigasi bencana. Kedua belah pihak juga bertukar pandangan mengenai kebutuhan pengembangan teknologi yang dapat mendukung peningkatan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat terhadap bencana.

Selain memperkenalkan berbagai capaian penelitian dan inovasi laboratorium, kegiatan ini menjadi sarana untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas antara DTNTF UGM dan BPBD Jawa Timur, baik dalam bentuk penelitian bersama, pengembangan teknologi, pengujian lapangan, pendampingan teknis, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan.
Kunjungan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara institusi akademik dan pemerintah dalam mendorong pemanfaatan hasil riset untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi tersebut, inovasi yang dihasilkan di lingkungan perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan sistem mitigasi bencana di Indonesia.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pengembangan teknologi kebencanaan berbasis riset.


