Yogyakarta, 14 Juni 2026 – PT SUCOFINDO (Persero) dan Fakultas Teknik Universitas [...]
SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Yogyakarta, UGM – Dua mahasiswa Program Studi Teknik Nuklir, Departemen Teknik Nuklir dan Teknik [...]
Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama PT SUCOFINDO secara [...]
Ilmu Pengetahuan sebagai Instrumen Perlindungan Kehidupan dan Keberlanjutan Sosial
[...]
Ilmu Pengetahuan sebagai Instrumen Perlindungan Kemanusiaan dan Keamanan Publik
[...]
DTNTF FT UGM Dorong Transformasi Rumah Sakit Hijau melalui Training Audit Energi di RSU Islam Klaten
Ilmu Pengetahuan sebagai Fondasi Transisi Keberlanjutan Layanan Kesehatan
Rumah sakit adalah tempat [...]
Teknologi sebagai Instrumen Perlindungan, Efisiensi, dan Martabat Kerja Petani.
Pertanian tidak hanya [...]
Ketangguhan ekonomi masyarakat menjadi kunci penting dalam pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. [...]
Keselamatan radiasi bukan sekadar persoalan teknis di balik alat medis. Keselamatan radiasi juga menyentuh [...]
Pelatihan ini diikuti oleh tenaga kependidikan, laboran, mahasiswa, serta staf yang beraktivitas di lingkungan Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika. Materi pelatihan disampaikan oleh instruktur dari internal departemen. Kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan dan dilanjutkan dengan pretest untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta mengenai penanganan kebakaran dan penggunaan APAR.
Dalam sesi materi, peserta diberikan pemahaman mengenai dasar-dasar kebakaran, termasuk penyebab umum kebakaran di lingkungan kampus. Beberapa faktor yang dapat memicu kebakaran antara lain korsleting listrik akibat instalasi yang tidak sesuai standar, penyimpanan bahan kimia yang tidak aman di laboratorium, penggunaan peralatan listrik berdaya tinggi, serta kelalaian manusia seperti penggunaan alat pemanas tanpa pengawasan. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan klasifikasi kebakaran, yaitu kelas A, B, C, D, dan K, yang masing-masing memiliki karakteristik bahan bakar yang berbeda.
Materi berikutnya membahas berbagai jenis APAR yang umum digunakan, seperti APAR jenis air (water), serbuk kimia kering (dry chemical powder), karbon dioksida (COâ‚‚), busa (foam/AFFF), serta gas halon. Peserta dijelaskan mengenai fungsi dan penggunaan masing-masing jenis APAR agar dapat memilih alat pemadam yang tepat sesuai dengan jenis kebakaran yang terjadi.
Selain penyampaian teori, pelatihan ini juga menekankan prosedur penggunaan APAR yang benar. Peserta diajarkan langkah-langkah dasar dalam menggunakan APAR, yaitu menarik pin pengaman, mengarahkan selang ke sumber api, menekan tuas pemicu, serta menggerakkan semprotan secara perlahan hingga api dapat dipadamkan. Pengetahuan ini sangat penting agar tindakan pemadaman dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan aman.
Kegiatan pelatihan ditutup dengan sesi post-test untuk mengevaluasi pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menangani kebakaran sejak tahap awal, sehingga dapat meminimalkan potensi kerugian materi maupun risiko keselamatan.
Pelatihan APAR ini menjadi salah satu bentuk komitmen Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM dalam membangun budaya keselamatan kerja di lingkungan akademik. Dengan meningkatnya kesadaran dan kesiapan seluruh civitas akademika, diharapkan lingkungan kampus dapat menjadi tempat belajar dan bekerja yang lebih aman dan tanggap terhadap keadaan darurat.


