Ketangguhan ekonomi masyarakat menjadi kunci penting dalam pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. [...]
SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Keselamatan radiasi bukan sekadar persoalan teknis di balik alat medis. Keselamatan radiasi juga menyentuh [...]
Pelatihan ini diikuti oleh tenaga kependidikan, laboran, mahasiswa, serta staf yang beraktivitas di lingkungan Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika. Materi pelatihan disampaikan oleh instruktur dari internal departemen. Kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan dan dilanjutkan dengan pretest untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta mengenai penanganan kebakaran dan penggunaan APAR.
Dalam sesi materi, peserta diberikan pemahaman mengenai dasar-dasar kebakaran, termasuk penyebab umum kebakaran di lingkungan kampus. Beberapa faktor yang dapat memicu kebakaran antara lain korsleting listrik akibat instalasi yang tidak sesuai standar, penyimpanan bahan kimia yang tidak aman di laboratorium, penggunaan peralatan listrik berdaya tinggi, serta kelalaian manusia seperti penggunaan alat pemanas tanpa pengawasan. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan klasifikasi kebakaran, yaitu kelas A, B, C, D, dan K, yang masing-masing memiliki karakteristik bahan bakar yang berbeda.
Materi berikutnya membahas berbagai jenis APAR yang umum digunakan, seperti APAR jenis air (water), serbuk kimia kering (dry chemical powder), karbon dioksida (CO₂), busa (foam/AFFF), serta gas halon. Peserta dijelaskan mengenai fungsi dan penggunaan masing-masing jenis APAR agar dapat memilih alat pemadam yang tepat sesuai dengan jenis kebakaran yang terjadi.
Selain penyampaian teori, pelatihan ini juga menekankan prosedur penggunaan APAR yang benar. Peserta diajarkan langkah-langkah dasar dalam menggunakan APAR, yaitu menarik pin pengaman, mengarahkan selang ke sumber api, menekan tuas pemicu, serta menggerakkan semprotan secara perlahan hingga api dapat dipadamkan. Pengetahuan ini sangat penting agar tindakan pemadaman dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan aman.
Kegiatan pelatihan ditutup dengan sesi post-test untuk mengevaluasi pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menangani kebakaran sejak tahap awal, sehingga dapat meminimalkan potensi kerugian materi maupun risiko keselamatan.
Pelatihan APAR ini menjadi salah satu bentuk komitmen Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM dalam membangun budaya keselamatan kerja di lingkungan akademik. Dengan meningkatnya kesadaran dan kesiapan seluruh civitas akademika, diharapkan lingkungan kampus dapat menjadi tempat belajar dan bekerja yang lebih aman dan tanggap terhadap keadaan darurat.
Maya dan Anggita ditempatkan di Divisi Kontrol dan Instrumentasi PLTGU Blok III. Pada divisi ini, keduanya berkesempatan untuk terlibat dalam kegiatan preventive maintenance dan corrective maintenance pada peralatan kontrol serta instrumentasi.
Selain itu, mereka juga berkesempatan mengikuti analisis studi kasus pada salah satu sistem yang ada di PLTGU. Maya mendalami analisis sistem perpipaan dan proses kalibrasi control valve di unit injeksi klorin, sedangkan Anggita fokus pada evaluasi sensor pH beserta proses kalibrasi pada unit desal demin plant. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya akurasi pengukuran dan kestabilan sistem kendali dalam menjaga keandalan operasi pembangkit.
Sementara itu, Sara dan Dhaviola melaksanakan kerja praktik di Divisi Kelistrikan Blok I. Mereka mempelajari sistem distribusi daya, panel kelistrikan, serta sistem proteksi yang mendukung keberlangsungan operasional pembangkit. Keduanya juga memperoleh wawasan mengenai implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya di lingkungan dalam sistem pembangkit listrik. Menurut Maya, teori yang telah dipelajari dalam mata kuliah Teknik Fisika seperti Rangkaian Listrik, Elektronika, Pengukuran dan Monitoring, Teknik Kontrol, Termodinamika, serta Konversi Energi menjadi fondasi penting dalam memahami siklus kerja dan peralatan instrumentasi pada sistem pembangkit PLTGU.
“Materi yang sebelumnya kami pelajari di kelas ternyata sangat relevan ketika diterapkan di lapangan. Pemahaman mengenai sistem kelistrikan, sistem closed loop dan kontrol, hingga siklus konversi energi membantu kami melihat bagaimana seluruh komponen di pembangkit saling terhubung dalam satu sistem yang utuh,” jelasnya.
Selain memperoleh pengalaman teknis, mahasiswa juga merasakan secara langsung bagaimana budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan pembangkit. Setiap pekerjaan diawali dengan prosedur keselamatan yang jelas dan penggunaan alat pelindung diri yang sesuai standar. Hal ini menunjukkan bahwa K3 telah menjadi bagian dari budaya kerja yang dijunjung tinggi oleh PT PLN Nusantara Power.
Melalui kerja praktik di PT PLN Nusantara Power UP Muara Karang, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga pembelajaran mengenai tanggung jawab profesional dalam menjaga keandalan sistem energi. Dari ruang kuliah ke lingkungan industri, pengalaman ini menjadi langkah awal dalam memahami peran nyata Teknik Fisika di dunia kerja.
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 25 peserta, yang terdiri dari alumni DTNTF, jajaran pengurus departemen, serta beberapa perwakilan mahasiswa. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan kolaboratif, dengan fokus utama pada pembahasan peluang kolaborasi riset, pemberdayaan alumni, serta penguatan kerja sama industri yang melibatkan alumni, departemen, dan mahasiswa.
Dari pihak alumni, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pengurus keluarga alumni KATNTF, antara lain Rifqi Imanto, Chairil Linggabinangkit, Hafiq Wijanarko, serta rekan-rekan alumni lainnya. Sementara itu, dari pihak departemen hadir Ketua Departemen Prof. Faridah, Sekretaris Departemen Widya Rosita, Alexander Agung, Kusnanto, dan Rachmawan budiarto yang secara aktif berdiskusi dan bertukar gagasan dengan para alumni.
Dalam pertemuan ini, berbagai potensi kolaborasi dibahas secara terbuka, mulai dari pengembangan riset terapan berbasis kebutuhan industri, peran alumni dalam membuka jejaring kerja sama, hingga peluang keterlibatan mahasiswa dalam proyek riset dan industri. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi pengembangan akademik DTNTF, tetapi juga bagi peningkatan kapasitas dan kontribusi alumni di dunia profesional.
Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun ekosistem kolaboratif antara alumni–departemen–mahasiswa, sekaligus menegaskan komitmen DTNTF untuk terus berinovasi dan berkontribusi melalui jejaring yang solid dan berkelanjutan. Dokumentasi kegiatan ini akan dibagikan melalui website DTNTF dan media sosial Instagram DTNTF sebagai bagian dari upaya berbagi inspirasi dan informasi kepada khalayak yang lebih luas.
Latar Belakang dan Nilai Dasar Pendidikan
Fatah Abdul Jalil berasal dari Kudus, Jawa Tengah, dari lingkungan keluarga yang religius dan kental dengan tradisi Islam. Meski demikian, ia memilih jalur pendidikan umum sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi—sebuah pilihan yang tidak dimaksudkan untuk meninggalkan nilai-nilai keislaman, melainkan untuk mengaktualisasikannya dalam praktik keilmuan yang nyata. Bagi Fatah, penguasaan sains dan teknologi merupakan bagian dari ikhtiar umat untuk berkontribusi secara konkret dalam kemajuan peradaban. Fisika, khususnya yang berkaitan dengan teknologi energi dan proses, dipilih sebagai medium untuk menjembatani nilai, ilmu, dan manfaat.
=&3=&
Daffa Indraprawira Izaohar, alumni Program Studi Sarjana Teknik Fisika, […]
Trinadia, mahasiswa Teknik Fisika angkatan 2022 nomor 4 dari sebelah kiri.
Pada tahal awal pendaftaran, calon interns berhak memilih salah satu dari beberapa tema magang yang mereka minati. Trinadia sendiri memilih tema ”Idea creation with new value for automotive interior and evaluation based on sensory method”. Penugasan magang yang Trinadia lakukan mencakup studi literatur, benchmarking, yakni membandingkan kualitas komponen interior mobil antar perusahaan, dan testing di laboratorium. Tujuan dari penugasan pada tema ini adalah untuk mengevaluasi impresi sensorik manusia terhadap variasi desain interior mobil, salah satunya secara visual.
Kegiatan magang di Toyota Boshoku tidak hanya dilaksanakan di dalam kantor, tetapi juga di beberapa tempat lain. Para interns berkesempatan mengunjungi dua museum Toyota yang berada di Kota Toyota dan Nagoya. Mereka mempelajari sejarah dan perkembangan grup perusahaan Toyota dari masa ke masa. Selain itu, mereka juga melaksanakan business trip ke salah satu pameran teknik otomotif terbesar di Jepang, yakni JSAE Automotive Engineering Expo di Aichi Sky Expo, Tokoname.
Melalui kegiatan magang ini, Trinadia memperoleh banyak pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan baru yang cukup berharga. Menurutnya, tema magang yang dia ambil sangat berhubugan dengan bidang peminatan di Teknik Fisika UGM, yakni fisika bangunan dan instrumentasi. Prinsip fisika bangunan banyak diterapkan untuk merancang interior mobil, yang tidak hanya memprioritaskan kenyamanan penggunanya, tetapi juga ramah lingkungan. Trinadia juga diperkenalkan dengan berbagai instrumentasi yang digunakan untuk proses riset dan pengembangan serta produksi di industri otomotif.
Kemampuan berkomunikasi Trinadia juga sangat diasah melalui kegiatan magang ini. Selain untuk memperlancar interaksi dengan orang-orang dengan latar belakang budaya yang berbeda, kemampuan ini digunakan untuk bertukar informasi secara profesional. Dalam rangkaian kegiatan magang ini, Trinadia harus mempresentasikan apa yang sudah dikerjakannya kepada para pejabat tinggi di perusahaan, seperti manajer, kepala divisi, bahkan chairman dari Toyota Group.
Trinadia juga berkesempatan untuk mempelajari budaya Jepang secara langsung, baik untuk hal-hal formal maupun kegiatan sehari-hari. Begitupun sebaliknya, Trinadia memperkenalkan budaya dan bahasa Indonesia kepada kolega Jepang dan negara lain. Dalam kata lain, magang ini membuka kesempatan untuk mengenal dan mempelajari industri otomotif di Jepang, sekaligus menjadi kegiatan pertukaran budaya.
Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mendukung agenda nasional transisi energi bersih dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060. Komitmen pengembangan PLTN telah tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 85.K/TL.01/MEM.L/2025, serta direncanakan dalam RUKN dan RUPTL dengan mengacu pada pedoman International Atomic Energy Agency (IAEA).
Sebagai bagian dari PLN Group, PLN Indonesia Power memiliki peran strategis dalam rencana pembangunan PLTN. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi teknis dan pemahaman komprehensif mengenai ketenaganukliran menjadi aspek penting dalam mempersiapkan SDM yang andal.
Pembekalan Komprehensif Selama Enam Hari
Materi pelatihan disampaikan oleh para dosen DTNTF UGM, antara lain Dr. Ing. Ir. Sihana, IPU; Dr. Ir. Alexander, ST., MSc., IPU; Prof. Dr. Ir. Andang Widi Harto, MT, IPU; Yanuar Adi Setiawan, PhD; Fitrotun Aliyah, PhD; Dr. Ir. Widya Rosita, ST., MT, IPU; serta Dr. Suparman. Penyusunan dan pengemasan materi pembelajaran turut didukung oleh tim asisten, yaitu Ir. M. Yayan Adi Putra, S.T., M.Eng., IPM dan Ursula Krisna Utaminingtyas S.A., S.T.
Pada hari pertama, peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar PLTN, meliputi sejarah dan perkembangan teknologi nuklir, pengantar energi nuklir, kebutuhan energi Indonesia, prinsip kerja PLTN, siklus bahan bakar, serta manajemen bahan bakar reaktor. Materi ini memberikan fondasi awal bagi peserta dalam memahami peran energi nuklir dalam sistem ketenagalistrikan nasional.
Hari kedua membahas berbagai jenis dan klasifikasi PLTN, termasuk reaktor Light Water Reactor (LWR) dan Non-LWR seperti FBR, PHWR, dan GCR. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai perbedaan PLTN darat dan Floating Nuclear Power Plant (FNPP), perkembangan reaktor Generasi III+ dan IV, serta pengenalan Small Modular Reactor (SMR) dan microreactor.
Pada hari ketiga, fokus pelatihan beralih ke aspek operasi dan pemeliharaan PLTN, meliputi strategi pemeliharaan, in-service inspection, aging management, sistem instrumentasi dan kendali reaktor, serta prosedur start-up, operasi normal, dan shutdown. Materi dilengkapi dengan simulasi operasi reaktor menggunakan perangkat lunak untuk memberikan gambaran kondisi operasi yang mendekati situasi nyata.
Hari keempat menekankan konsep 3S (Safety, Security, and Safeguards) sebagai pilar utama pengembangan PLTN. Peserta dibekali pemahaman mengenai filosofi keselamatan dan analisis kecelakaan, sistem proteksi fisik, komitmen nonproliferasi, serta regulasi, perizinan, dan tahapan pembangunan PLTN di Indonesia dari tahap persiapan hingga dekomisioning.
Pada hari kelima, materi difokuskan pada proteksi radiasi dan siklus bahan bakar nuklir, termasuk jenis dan dampak radiasi, penerapan prinsip ALARA, serta pengelolaan limbah radioaktif.
Hari keenam, peserta memperoleh kesempatan kunjungan lapangan ke fasilitas nuklir di Serpong, meliputi fasilitas reaktor, pengelolaan limbah, bahan bakar nuklir, dan proteksi fisik, dengan pendampingan instruktur serta penerapan standar keselamatan yang ketat. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai keekonomian PLTN dan kesiapan pembangunan PLTN di Indonesia, mencakup aspek biaya, tanggung jawab operator, pengalaman pembangunan PLTN di negara lain, serta tantangan teknis dan sosial yang perlu dimitigasi.
Evaluasi
Sebagai bagian dari evaluasi, peserta mengisi kuisioner umpan balik pada hari terakhir pelatihan untuk menilai kualitas materi, metode penyampaian, serta pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan respons positif terhadap pelaksanaan pelatihan secara keseluruhan.
Melalui pelatihan ini, DTNTF UGM berharap dapat terus berkontribusi dalam penguatan kapasitas SDM nasional di bidang ketenaganukliran, sekaligus mendukung kesiapan Indonesia dalam mengembangkan PLTN secara aman, selamat, dan berkelanjutan.
WormiBox merupakan inovasi sistem pengolahan limbah organik yang mengintegrasikan teknologi vermicomposting dengan pendekatan kewirausahaan berkelanjutan. Inovasi ini dirancang untuk mengolah limbah organik rumah tangga menjadi produk bernilai tambah berupa pupuk organic cair (POC) dan pupuk bekas cacing (kascing), dengan memanfaatkan aktivitas biologis cacing tanah sebagai organisme utama dekomposisi. Melalui konsep ini, WormiBox tidak hanya berperan sebagai solusi pengelolaan limbah, tetapi juga sebagai model bisnis ramah lingkungan yang aplikatif dan memiliki potensi pasar.
Gagasan pengembangan WormiBox dilatarbelakangi oleh tingginya volume limbah organik yang belum terkelola secara optimal, khususnya pada skala rumah tangga. Sistem WormiBox dirancang modular, mudah dioperasikan, dan berorientasi pada efisiensi proses, sehingga dapat diterapkan oleh masyarakat luas. Selain menghasilkan produk turunan yang bernilai ekonomi, WormiBox juga berkontribusi dalam mengurangi beban limbah serta mendukung prinsip ekonomi sirkular. Inovasi ini dikembangkan oleh tim lintas disiplin yang terdiri dari Azkal Anas Ilmawan (Teknik Nuklir 2022), Maulana Iqbal Pambudi (Ilmu dan Industri Peternakan 2023), Maureen Arsa Sanda Cantika (Sistem Informasi Geografis 2022), Vidhazputri Belva Aqila (Akuntansi 2023), dan Fikriansyah Ridwan Pratama (Teknik Fisika 2023), di bawah bimbingan Dr. Ir. Nur Abdillah Siddiq, S.T., IPP., yang mendampingi pengembangan teknis, kewirausahaan, serta evaluasi keberlanjutan program.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam skema Program Kreativitas Mahasiswa, mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan usaha, pengujian produk, hingga evaluasi model bisnis. Tim WormiBox menjalani proses seleksi yang ketat, dimulai dari seleksi internal Universitas Gadjah Mada hingga seleksi nasional. Setelah dinyatakan lolos pendanaan, tim melaksanakan program dan mengikuti tahap Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKP2), yang kemudian mengantarkan WormiBox melaju ke PIMNAS ke-38.
Pada pelaksanaan PIMNAS ke-38, Tim WormiBox menunjukkan performa unggul melalui penyampaian presentasi yang sistematis, argumentatif, serta didukung oleh data implementasi usaha dan analisis pasar. Perolehan Medali Emas pada kategori presentasi mencerminkan kekuatan tim dalam komunikasi ilmiah dan bisnis, sementara Medali Perunggu pada kategori poster menegaskan kualitas visualisasi ide dan produk yang dikembangkan.
Capaian ini menjadi bukti komitmen mahasiswa Universitas Gadjah Mada dalam mengembangkan inovasi berbasis kewirausahaan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan dampak sosial. Keberhasilan Tim WormiBox diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, berani berwirausaha, serta berkontribusi aktif dalam menjawab permasalahan nyata di masyarakat melalui Program Kreativitas Mahasiswa.


