Ilmu Pengetahuan sebagai Instrumen Perlindungan Kehidupan dan Keberlanjutan Sosial
[...]
Ilmu Pengetahuan sebagai Instrumen Perlindungan Kehidupan dan Keberlanjutan Sosial
[...] Selengkapnya
Ilmu Pengetahuan sebagai Instrumen Perlindungan Kemanusiaan dan Keamanan Publik
[...] Selengkapnya
Ilmu Pengetahuan sebagai Fondasi Transisi Keberlanjutan Layanan Kesehatan
Rumah sakit adalah tempat [...] Selengkapnya
Teknologi sebagai Instrumen Perlindungan, Efisiensi, dan Martabat Kerja Petani.
Pertanian tidak hanya [...] Selengkapnya
Ketangguhan ekonomi masyarakat menjadi kunci penting dalam pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. [...] Selengkapnya
Kerjasama Selasa, 5 Mei 2026
Keselamatan radiasi bukan sekadar persoalan teknis di balik alat medis. Keselamatan radiasi juga menyentuh [...] Selengkapnya
Maya dan Anggita ditempatkan di Divisi Kontrol dan Instrumentasi PLTGU Blok III. Pada divisi ini, keduanya berkesempatan untuk terlibat dalam kegiatan preventive maintenance dan corrective maintenance pada peralatan kontrol serta instrumentasi.
Selain itu, mereka juga berkesempatan mengikuti analisis studi kasus pada salah satu sistem yang ada di PLTGU. Maya mendalami analisis sistem perpipaan dan proses kalibrasi control valve di unit injeksi klorin, sedangkan Anggita fokus pada evaluasi sensor pH beserta proses kalibrasi pada unit desal demin plant. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya akurasi pengukuran dan kestabilan sistem kendali dalam menjaga keandalan operasi pembangkit.
Sementara itu, Sara dan Dhaviola melaksanakan kerja praktik di Divisi Kelistrikan Blok I. Mereka mempelajari sistem distribusi daya, panel kelistrikan, serta sistem proteksi yang mendukung keberlangsungan operasional pembangkit. Keduanya juga memperoleh wawasan mengenai implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya di lingkungan dalam sistem pembangkit listrik. Menurut Maya, teori yang telah dipelajari dalam mata kuliah Teknik Fisika seperti Rangkaian Listrik, Elektronika, Pengukuran dan Monitoring, Teknik Kontrol, Termodinamika, serta Konversi Energi menjadi fondasi penting dalam memahami siklus kerja dan peralatan instrumentasi pada sistem pembangkit PLTGU.
“Materi yang sebelumnya kami pelajari di kelas ternyata sangat relevan ketika diterapkan di lapangan. Pemahaman mengenai sistem kelistrikan, sistem closed loop dan kontrol, hingga siklus konversi energi membantu kami melihat bagaimana seluruh komponen di pembangkit saling terhubung dalam satu sistem yang utuh,” jelasnya.
Selain memperoleh pengalaman teknis, mahasiswa juga merasakan secara langsung bagaimana budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan pembangkit. Setiap pekerjaan diawali dengan prosedur keselamatan yang jelas dan penggunaan alat pelindung diri yang sesuai standar. Hal ini menunjukkan bahwa K3 telah menjadi bagian dari budaya kerja yang dijunjung tinggi oleh PT PLN Nusantara Power.
Melalui kerja praktik di PT PLN Nusantara Power UP Muara Karang, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga pembelajaran mengenai tanggung jawab profesional dalam menjaga keandalan sistem energi. Dari ruang kuliah ke lingkungan industri, pengalaman ini menjadi langkah awal dalam memahami peran nyata Teknik Fisika di dunia kerja.
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 25 peserta, yang terdiri dari alumni DTNTF, jajaran pengurus departemen, serta beberapa perwakilan mahasiswa. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan kolaboratif, dengan fokus utama pada pembahasan peluang kolaborasi riset, pemberdayaan alumni, serta penguatan kerja sama industri yang melibatkan alumni, departemen, dan mahasiswa.
Dari pihak alumni, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pengurus keluarga alumni KATNTF, antara lain Rifqi Imanto, Chairil Linggabinangkit, Hafiq Wijanarko, serta rekan-rekan alumni lainnya. Sementara itu, dari pihak departemen hadir Ketua Departemen Prof. Faridah, Sekretaris Departemen Widya Rosita, Alexander Agung, Kusnanto, dan Rachmawan budiarto yang secara aktif berdiskusi dan bertukar gagasan dengan para alumni.
Dalam pertemuan ini, berbagai potensi kolaborasi dibahas secara terbuka, mulai dari pengembangan riset terapan berbasis kebutuhan industri, peran alumni dalam membuka jejaring kerja sama, hingga peluang keterlibatan mahasiswa dalam proyek riset dan industri. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi pengembangan akademik DTNTF, tetapi juga bagi peningkatan kapasitas dan kontribusi alumni di dunia profesional.
Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun ekosistem kolaboratif antara alumni–departemen–mahasiswa, sekaligus menegaskan komitmen DTNTF untuk terus berinovasi dan berkontribusi melalui jejaring yang solid dan berkelanjutan. Dokumentasi kegiatan ini akan dibagikan melalui website DTNTF dan media sosial Instagram DTNTF sebagai bagian dari upaya berbagi inspirasi dan informasi kepada khalayak yang lebih luas.
Pembekalan Komprehensif Selama Enam Hari
Materi pelatihan disampaikan oleh para dosen DTNTF UGM, antara lain Dr. Ing. Ir. Sihana, IPU; Dr. Ir. Alexander, ST., MSc., IPU; Prof. Dr. Ir. Andang Widi Harto, MT, IPU; Yanuar Adi Setiawan, PhD; Fitrotun Aliyah, PhD; Dr. Ir. Widya Rosita, ST., MT, IPU; serta Dr. Suparman. Penyusunan dan pengemasan materi pembelajaran turut didukung oleh tim asisten, yaitu Ir. M. Yayan Adi Putra, S.T., M.Eng., IPM dan Ursula Krisna Utaminingtyas S.A., S.T.
Pada hari pertama, peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar PLTN, meliputi sejarah dan perkembangan teknologi nuklir, pengantar energi nuklir, kebutuhan energi Indonesia, prinsip kerja PLTN, siklus bahan bakar, serta manajemen bahan bakar reaktor. Materi ini memberikan fondasi awal bagi peserta dalam memahami peran energi nuklir dalam sistem ketenagalistrikan nasional.
Hari kedua membahas berbagai jenis dan klasifikasi PLTN, termasuk reaktor Light Water Reactor (LWR) dan Non-LWR seperti FBR, PHWR, dan GCR. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai perbedaan PLTN darat dan Floating Nuclear Power Plant (FNPP), perkembangan reaktor Generasi III+ dan IV, serta pengenalan Small Modular Reactor (SMR) dan microreactor.
Pada hari ketiga, fokus pelatihan beralih ke aspek operasi dan pemeliharaan PLTN, meliputi strategi pemeliharaan, in-service inspection, aging management, sistem instrumentasi dan kendali reaktor, serta prosedur start-up, operasi normal, dan shutdown. Materi dilengkapi dengan simulasi operasi reaktor menggunakan perangkat lunak untuk memberikan gambaran kondisi operasi yang mendekati situasi nyata.
Hari keempat menekankan konsep 3S (Safety, Security, and Safeguards) sebagai pilar utama pengembangan PLTN. Peserta dibekali pemahaman mengenai filosofi keselamatan dan analisis kecelakaan, sistem proteksi fisik, komitmen nonproliferasi, serta regulasi, perizinan, dan tahapan pembangunan PLTN di Indonesia dari tahap persiapan hingga dekomisioning.
Pada hari kelima, materi difokuskan pada proteksi radiasi dan siklus bahan bakar nuklir, termasuk jenis dan dampak radiasi, penerapan prinsip ALARA, serta pengelolaan limbah radioaktif.
Hari keenam, peserta memperoleh kesempatan kunjungan lapangan ke fasilitas nuklir di Serpong, meliputi fasilitas reaktor, pengelolaan limbah, bahan bakar nuklir, dan proteksi fisik, dengan pendampingan instruktur serta penerapan standar keselamatan yang ketat. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai keekonomian PLTN dan kesiapan pembangunan PLTN di Indonesia, mencakup aspek biaya, tanggung jawab operator, pengalaman pembangunan PLTN di negara lain, serta tantangan teknis dan sosial yang perlu dimitigasi.
Evaluasi
Sebagai bagian dari evaluasi, peserta mengisi kuisioner umpan balik pada hari terakhir pelatihan untuk menilai kualitas materi, metode penyampaian, serta pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan respons positif terhadap pelaksanaan pelatihan secara keseluruhan.
Melalui pelatihan ini, DTNTF UGM berharap dapat terus berkontribusi dalam penguatan kapasitas SDM nasional di bidang ketenaganukliran, sekaligus mendukung kesiapan Indonesia dalam mengembangkan PLTN secara aman, selamat, dan berkelanjutan.
(Pembukaan Webinar Colony Nuclear oleh Ibu Denik Putri Perdani selaku […] Selengkapnya